Happy Reading . . . *** Levi terus mengusap wajahnya dengan kasar. Air matanya tidak bisa ia hentikan dan terus mengalir di wajahnya. Hatinya begitu hancur saat melihat kondisi wanita yang sangat ia cintai bersimbah darah di pinggir jalan hingga mengubah warna dress putih yang dikenakannya. Jantungnya terus berdegup dengan kencang selama sudah 5 jam ia menunggu Anitta yang sedang ditangani oleh para dokter di dalam ruangan terkutuk di hadapannya. "Dad ..." panggil Wilson lemah. "Ini yang kamu inginkan, bukan?" sela Levi yang langsung berbicara dengan nada tajam. "Maafkan Wilson, Dad." "Sekarang Daddy sudah tidak ingin mengekangmu lagi. Apapun yang ingin kamu lakukan, itu terserahmu. Kamu ingin membenci Anitta, membenci Daddy sekali pun itu terserah kamu. Bahkan rasanya Daddy

