Fire

1525 Kata

Napas Aksa memburu, buku-buku tangannya mengepal dan mengerat sampai merah, lelaki itu nampak berusaha mati-matian untuk tidak meluapkan emosinya kepada dua rekannya yang baru saja membuat suasana hatinya semakin memburuk. Lantas Aksa segera berbalik arah dan kembali berlari meninggalkan rumah. "Bukan begitu Aksa… Aksa! Tunggu!" Suara Brian yang mencoba menahannya pergi pun tak lagi dihiraukan. Aksa terus berlari memacu langkahnya di bawah langit yang sudah gelap. "Aarrgghhh!" Erangnya, sambil menendang kerikil kecil yang ada di depan kakinya. Suara klakson dan deru mesin yang berlalu lalang pun mengiringi pelarian Aksa. "Kenapa mereka terus menuduhkan bahkan saat aku baru saja sampai di rumah?!" Kelunya. Yang mulanya berlari kini Aksa mulai melangkahkan kakinya dengan gontai mebyusuri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN