Mirza mengejar Aksa yang berlari keluar dari kamar Darel. Pertemuan mereka yang semula untuk membahas pasal penyakit mendiang Arvin itu ternyata malah berujung adu mulut antara Nevan dan Aksa. Mirza tentunya tak bisa berbuat apa-apa, tapi ia paham akan perasaan Aksa saat ini, pasti rekannya itu merasa sangat tersudutkan. Untuk itu Mirza mengejarnya sampai Aksa menghentikan pelariannya di atap rumah sakit. "Tak apa, Kak. Luapkan semuanya. Aku di sini akan mendengarkan mu." Kata Mirza ketika mendengar Aksa berteriak dengan sebegitu kencangnya meluapkan emosi yang sudah berusaha ia tahan mati-matian. Pun Mirza melangkah mendekat pada Aksa, meski ia tahu kalau Aksa tidak akan bisa merasakan kehadirannya. "Kenapa mereka malah menyudutkanku!!" Seru Aksa. "Padahal aku sama sekali tidak melakuk

