Tinggal lah Darel dan Mirza yang baru sadarkan diri di ruangan itu. Dokter dan perawat yang menangani sudah kembali meninggalkan ruangan setelah memastikan kalau tidak ada masalah dengan sistem syaraf Mirza yang telah terbaring koma itu. Namun hanya saja Mirza masih sangat lemah dan belum bisa beraktifitas secara normalnya. "Kak…" panggil Darel sambil mengusap punggung tangan Mirza. "Aku pergi dulu, ya. Aku… harus mengurus pemakaman Kak Brian." Ucapnya, dengan suara yang sedikit tercekat. Pun Mirza yang masih lemah itu menganggukkan kepala yang justru membuat Darel malah menyiratkan wajah bingung. "Kau… tidak terkejut?" Tanya Darel. Kali ini Mirza menggelengkan kepalanya. "Aku… tahu… semuanya…" lirihnya. Jawaban itu nyatanya malah semakin membuat Darel bingung. Lelaki itu sampai meng

