Tersadar

1049 Kata

Darel baru saja membuka matanya, alarm dari ponselnya lah yang mengusik lelapnya Darel di pagi ini. Seperti biasa, ia mesti bergegas mandi dan pergi ke kampus. Dan biasanya, Darel langsung meninggalkan rumah tanpa sarapan. Sebab tak seperti dulu, sekarang rumah besar ini hanya dihuni oleh dirinya dan Brian. Pun Darel mengerti kesibukkan Brian, jadi tidak masalah jika ia mesti sarapan di luar. Darel biasa mengunjungi supermarket di ujung jalan untuk menyantap satu cup mi instan di sana sebagai sarapannya. Membahayakan memang jika terus menerus sarapan degan mi instan, tapi ya mau bagaimana lagi. Saat Darel tengah asyik menyeruput mi dalam cupnya, televisi yang ada di supermarket itu menayangkan sebuah berita terkini. Telah terjadi kebakaran di sebuah pom bensin pada tengah malam tadi. Dare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN