Dua hari yang lalu. Sehari setelah kematian Aksa, pagi-pagi sekali Brian sudah bergegas meninggalkan rumah. Menghidupkan mesin mobilnya dan tancap gas. Sedang Nevan nampaknya masih tertidur pulas, hingga ia tak menyadari kalau Brian sudah tidak ada di rumah. Seorang lelaki berbadan tegap segera berlarian untuk membukakan gerbang. Membiarkan mobil yang ditumpangi Brian untuk memasuki pekarangan rumah yang begitu megah. "Selamat pagi, Tuan!" Sapa salah seorang pelayan ketika Brian turun dari mobil. Pun Brian membalasnya dengan senyuman. "Apa Tuan Brian datang kesini untuk bertemu…" belum sempat pelayan itu menyelesaikan penuturannya, Brian sudah lebih dulu menganggukkan kepala. "Ya, apa dia di dalam?" Kini giliran pelayan itu yang menganggukkan kepalanya, "mari masuk, Tuan." Lantas Br

