"Kau menghabiskan apelnya?" Tanya Nevan yang baru saja memasuki kamar Darel bersama Brian yang berjalan di sebelahnya. "Eum," si penghuni kamar mengangguk. "Ini enak. Terima kasih banyak, Kak!" Serunya. "Ekhem, Darel." Panggil Brian dengan suaranya yang sedikit agak serak sebab baru saja menangis. Pun Darel melempar tatap pada Brian yang seolah menyiratkan tanya, "ada apa?" Sebelum memberikan jawaban dan menjelaskan semuanya, Brian lebih dulu melirik ke arah Nevan. "K-kak Aksa…" Ucapnya menggantung. Sejujurnya Darel sudah menerka kalau pasti ada sesuatu yang buruk terjadi menimpa Kak Aksa rekan di luar sana. Sambil harap-harap cemas, Darel menantikan Brian untuk menyelesaikan kalimatnya. "Kak Aksa… telah berpulang…." Tanpa aba-aba, butiran bening langsung terjun bebas dari pelupuk mat

