Berkat Bento

1241 Kata

Pemuda jangkung itu bersungut sembari memeluk diri di depan warung makan pagi itu. Antrian panjang di depan warung nasi uduk yang terkenal akan kelezatannya itu membuat banyak orang rela datang pagi-pagi hanya untuk mencicipi. Bento mendesah panjang merasa lelah berdiri sedari tadi, "ini gara gara Yena anjir. Gue jadi antri shubuh disini, emang dasar manusia yang menyalahgunakan penyakit." Cibirnya dengan menggeruru sendiri sembari melongokan kepala melihat penjual di depan sana yang sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pesanan. Bento berdecak lagi saat melihat ibu-ibu menyalip barisan antrian. Dan dengan tanpa dosanya berdiri di depan Bento. Bento menggeram dengan menepuk pelan bahu wanita paruhbaya itu, "kenapa, nak?" Ujarnya dengan polos, Bento menganga kecil. "Ibu tahu antri gak? Darit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN