Pisahnya si Kembar

1073 Kata

Alisa menghela pelan sembari mendudukan diri pada sofa panjang di samping mamanya. Perempuan itu masih di rumah sang mama. Azzam berpesan agar Alisa harus menyelesaikan masalahnya dulu dengan mamanya. Agar mamanya tidak berbuat masalah lagi seperti sekarang. Alisa tersenyum samar melihat putranya dalam gendongan mamanya, "Syahid betah bangat sama mama, yah?" Ujarnya dengan meraih tangan mungil sang putra. Mamanya mengangguk membenarkan. "Syahid emang cucunya mama yang bakalan jadi penerus pemegang perusahaan keluarga kita." Kata wanita yang sudah berkeriput itu. Alisa membasahi bibir bawah dengan menatap mamanya lurus, "tadi Azzam kesini mah," mendengar itu Clara mendongak dengan melebarkan mata kaget. "Alisa juga kaget pas lihat Azzam tahu tahu udah di depan rumah pas Alisa lagi deba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN