Epilog

922 Kata

Azzam terdiam sembari memandangi mertuanya yang duduk di sofa dengan tenangnya. Seakan tidak melakukan kesalahan. Perempuan paruhbaya itu malah dengan gembiranya bermain dengan ketiga cucunya yang tertidur di kereta mereka. Alisa berdehem membuat Azzam yang duduk di sebelahnya menoleh pelan. "Mah, jangan diam aja. Bicara sama Azzam," ujar Alisa membuka suara membuat Clara mendongak kecil dengan alis terangkat. "Apa yang harus dibicarakan? Mama rasa gak ada," balasnya santai kembali menatap ketiga cucunya, Alisa menghela panjang berusaha tidak emosi menghadapi sikap mamanya yang seenaknya. Azzam mengusap tengkuknya pelan, "makasih udah bawa Syahid kembali, mah." Tutur Azzam tulus dengan tersenyum samar buat Clara mendongak kecil, "makasih banyak, mah. Udah gak pisahin Azzam sama ketiga

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN