Azzam menghela nafas panjang sembari menyenderkan tubuhnya pada kursi tempat ia duduk. Matanya menatap lurus keempat cowok di hadapannya kini yang menemaninya sedari tadi. "Ini kita ngapain di sini, sih? Temanin Azzam atau cuma jadi pajangan?" Cibir Bagas dengan melirik pemuda itu yang hanya menghela gusar. "Gue mau curhat." Ceplos Azzam membuat teman-temannya mendelik kecil. Bagas menatap suami Alisa itu horor, "Lo gak biasa-biasanya mau curhat. Lo ada masalah?" Tanyanya membuat Maliq dan Kevin saling pandang lalu mengedikan bahu tidak tahu. Alvaro sendiri hanya memangku tangan di depan d**a berusaha menyimak apa yang akan iparnya itu utarakan. "Alisa marah sama gue." Ujarnya dengan wajah sendu, tangannya sesekali mengusap wajahnya kasar. Alvaro mengangkat satu alis, "Emang lo bikin

