Semua yang berada di ruangan masih menatap tidak percaya pada pemuda yang cengengesan dengan koper besar di tangannya. Azzam mengerjap walau perlahan mendekat kearah Alvaro, "Lo sejak kapan balik?" Alvaro tidak menjawab malah berjalan tenang dan mendudukan diri pada sofa di sebelah Maliq. "Elo gak salah rumah, kan? Ini rumah Azzam." Ceplos Maliq dengan kening mengkerut menatap Alvaro yang hanya memutar matanya jengah. "Gue barusan sampe di bandara. Tadi juga diantar sama teman gue, gue belum bisa balik ke rumah. Masih belum mau ketemu Azura," katanya dengan santainya membuat yang lain kebingungan. Bagas yang sedari tadi sudah gatal ingin menyeletuk terlihat menggeser tubuhnya pelan, "elo tuh udah pergi lama. Baliknya kenapa malah kesini bukan samperin istri lo?" Alvaro mendelik deng

