"Jangan malam - malam mandinya. enggak baik. "
Kemudian Amel membaringkan dirinya di ranjang, rasanya enak sekali setelah pungungnya menempel kasur karena seharian penuh acara.
Amel sedikit canggung dan tenggang karena Dia berpikir akan satu ranjang dengan Danis.
Matahari pagi menyinari kamar Hotel pengantin baru, membuat Amel terbangun.
Saat membuka mata Amel melihat Danis yang sedang tidur di sofa masih mengenakan baju semalam.
" Ya ampun berarti tadi malam tidak mandi dan ganti baju Dia " kata Amel pelan
Amel berjalan menghampiri Danis yang sedang tidur pulas. Amel mengamati, memandang wajah Danis dengan penuh arti.
" Tampan juga ya Danis. Emm tapi sayang Aku hanya istri kontraknya saja. Dan mustahil Danis cinta sama orang sepertiku " gumam Amel
Kemudian Amel mulai memberanikan diri mengusap kening Danis, menyentuh pipi Danis yang sedikit berbrewok tipis.
Danis yang merasakan sentuhan halus dipipinya, perlahan membuka matanya.
" Mel, sudah bangun Kamu ? " tanya Danis dengan suara khas bangun tidur dan mata yang masih sipit.
Amel terjengkit kaget mendengar suara itu dan hampir terjatuh kebelakang. Amel langsung menjauhkan badannya dari Danis.
" Kamu kenapa Mel, kok kaget begitu lihat Aku. Hayoo ..….. kamu habis ngapain ? " Canda Danis
" Ih apaan sih, tadi Aku cuma mengusir lalat dari keningmu. Jangan GR deh. Udah sana mandi, dari semalam enggak mandi enggak ganti banju, enggak gatal apa ! lalat aja sampai nempel " kata Amel mengalihkan rasa gugupnya
" Mulai perhatian nih Istriku, asik. Iya sayang ini juga mau mandi. Jangan marah - marah dong pengantin baru. " canda Danus
Mata Amel melotot kearah Danis.
" Terserah kamu deh tuan Danis Pratama " jawab Amel pura - pura kesal
" Ha... ha... ha... ha….. " tawa Danis
" Mau temani Aku mandi enggak, Istiku ? "
" Ish ..... udah sana mandi. jangan banyak drama. Aku laper "
Kemudian Danis masuk ke kamar mandi, setelah sepuluh menit di kamar mandi. Danis keluar kamar mandi dengan memakai handuk sepinggang dan bertelanjang d**a.
" Aaaaa ........ Danis ……... ! " Teriak amel histeria dengan menutup matanya
Danis spontan juga ikut kaget.
" Hey ada apa Mel ? Kenapa kamu teriak ? Kamu enggak apa - apa ? "
" Itu .... itu kenapa kamu hanya pakai handuk aja sih " Amel sambil menunjuk Danis
" Ya ampun Mel, kirain ada apa. Bikin senewen aja. Lha kan habis mandi Mel. Lagian kenapa sih kan Kita juga udah nikah. Ntar juga Kamu akan terbiasa lihat Aku seperti ini. He ..... he ...... he ..…. bahkan lihat tubuhku yang lain juga boleh. he ..... he ..... " canda Danis
" Kamu tu ya memang aneh. Kita kan cuma nikah boongan jadi ya itu namanya enggak sopan "
" Iya iya nikah boongan, tapi kan kamu enggak tau surat nikahnya boongan apa resmi ? " Jawab Danis sambil tersenyum penuh kemenangan
Mata Amel melotot penuh dengan tanda tanya.
" Maksud kamu apa Nis? Jangan coba permainkan Aku ya ! "
" Sudahlah ngapain sih pagi - pagi kok bertengkar kita. Udah lupakan. sekarang siap - siap sarapan trus kerumah sakit jenguk papa. Kasihan mama pasti kecapekan tadi malam nunggu sendiri " kata Danis mengalihkan pembicaraan
" Ya, tapi kamu masih punya utang untuk jelasin tentang ucapanmu tadi "
" Iya iya ..... udah buruan keburu siang nih "
Seusai perdebatan mereka langsung menuju restoran hotel untuk sarapan pagi. setelah itu mereka menuju rumah sakit menjenguk papanya.
" Pagi Ma, Mama sudah sarapan belum ? Nih Amel bawa sarapan buat Mama, Papa gimana Ma ? " kata Amel
" Makasih nak, gimana malam pertamanya berhasil tidak ? Hehe ...… Heee mama pengen cepat nimang cucu " kata mama Danis
" Em ...... itu ….. anu, Ma " jawab Amel dengan gugup karena mereka memang tidak melakukan malam pertama.
" Mama nih tanyanya to the point si, tu kan Amel jadi gugup malu. Lagian malam pertama masak di ceritain. ya pasti seru dan enaklah. Mama ah ada ada aja. ahah ...... hahah " bela danis
" Uhuk ...... uhuk ...... uhuk ...... uhuk " Papa Danis terbangun dan batuk
" Pa, minum dulu Pa. Papa gak apa - apa ? " Tanya Danis
Tapi Papa Danis tidak membeeikan respon sama sekali.
Semua jadi panik melihat kondisi papa Danis. Papa Danis semakin memburuk setelah batuk itu nafasnya sesak dan langsung dibawa keruang ICU.
" Nis, Papamu! ! hiks ...…. hiks ...…. hiks ...… " tangis mama Danis
" Ma tenang dulu papa enggak apa - apa. papa hanya perlu oksigen saja " kata Danis menenangkan mamanya
Amel yang berada disamping mama Danis, sambil memeluk mama Danis dan mengusap - usap punggung Mama Danis agar Mama Danis sedikit tenang.
Setelah menunggu lima menit Dokter keluar dari ruang ICU.
" Danis, papamu ingin bicara dengan Amel " kata Dokter
" Ya Dokter, Dok papa akan baik - baik aja kan ? " Tanya Danis
" Kamu doa saja untuk papamu " kata Dokter
lalu Amel masuk ke Ruangan ICU