Pernikahan mereka tinggal dua hari lagi, gaun pengantin dan kebaya sudah siap dan keperluan lain juga sudah siap.
Dan Hari pernikahan semakin dekat, persiapan sudah sembilan puluh sembilan persen hanya tinggal menunggu hari H nya saja.
Dan hari H itu telah tiba. Amel di rias secantik mungkin dan Danis yang tampak gagah, mereka tampil selayaknya pernikahan sungguhan.
Setelah selesai di rias Amel berjalan keluar kamar menuju mobil yang akan membawanya dan Danis ke Rumah Sakit.
Karena mereka akan menikah di hadapan papa danis. Saat Danis bersandar di mobil menunggu Amel, Danis sibuk dengan handphonenya. Dan cling... Danis terkagum - kagum dengan kecantikan Amel yang luar biasa. berjalan dari depan teras.
" Mas, ayok kita berangkat nanti terlambat " Amel membuyarkan lamunan Danis.
" Oh ya ayok sayang "
Dalam perjalanan mereka terdiam di dalam mobil, Danis terus memandangi Amel dan pegang tangan Amel, untuk menghilangkan rasa tegang saat nanti mengucapkan janji nikah, ya nikah kontrak.
Setelah dua puluh menit dalam perjalanan akhirnya sampai juga.
Papa mama dan beberapa keluarga yang menjadi saksi pernikahan mereka sudah berada di kamar Papa Danis, termasuk Pak Pendeta.
Kemudian mereka masuk dan acara pun langsung dimulai.
Hanya beberapa orang saja yang hadir di sana karena kondisi Papa Danis yang kurang baik.
Papa Mama Danis sangat terharu menyaksikannya dan akhirnya mereka sudah jadi suami istri.
Acara berjalan dengan lancar kemudian mereka berfoto bersama dan menikmati makanan bersama. Untuk acara resepsinya akan diadakan malam hari nya pukul tujuh malam.
Setelah acara pemberkatan selesai, Santi Mama Danis meminta Danis dan Amel untuk segera ke acara resepsi pernikahan mereka , tanpa dihadiri dirinya dan Rudy Papa Danis
Sebenarnya Danis tidak ingin menggelar acara resepsi melihat kondisi papanya yang sedang sakit. Namun mamanya Danis memaksa. mengingat koleganya Danis banyak.
Acara resepsi pun sedang berlangsung pada pukul tujuh tadi, pukul setengah sebelas malam acara selesai tamu undangan sudah pulang. Waktunya malam pertama ini. Kalau nikahan sungguhan sih.
Danis memasuki kamar Hotel yang sudah di booking dan kamar pengantin sudah di hias oleh pihak Hotel sebagai ucapan selamat.
" Wow bagus banget, ini kamu Nis yang minta ? " tanya Amel
" Ha ..... haa ....., enggak Mel. Mungkin ucapan selamat dari pihak Hotel aja buat pengantin baru " jawab Danis dengan senyum
" Ow ...... kirain ..…, ya udah Aku mau mandi dulu, mau bilas ini rambut bekas di hairspray ".kata Amel
Danis tersenyum mendengar ucapan Amel, sambil rebahan diatas sofa. Karena dirinya pun rasanya lelah dengan pestanya, namun ada bahagia.
" Nis " panggil Amel
" Ya ? ada apa Mel ? " jawab Danis
" Kamu bisa bantu buka resleting bajuku enggak ? Aku kesusahan membuka resletingnya sendiri. " kata Amel
Danis terdiam sebentar sambil menelan ludahnya pelan.
" Bi .... bi ..... bisa Mel. sini Aku bantu ? " kata Danis
" Gila, gue kena karma nih. hadew ...... tabahkan imanku " batin Danis sambil membuka resleting baju Amel, yang sudah turun sampai bagian pinggul mulus Amel.
" Nis, udah belum ? " Tanya Amel
" Udah " jawab Danis
" Kok diem aja enggak ngomong, kirain belum. makasih ya. ya udah Aku mandi dulu. "
Selang berapa menit Amel keluar dari kamar mandi sambil mengusap handuk di kepala untuk mengeringkan rambutnya.
" Nis kamu enggak mandi ? Biar capeknya hilang " kata Amel menghampiri Danis
" Ya sebentar lagi Mel, udah kamu tidur aja dulu. " Danis sambil melirik Amel yang hanya memakai baju tidur tipis dibadannya.
"Jangan malam - malam mandinya. enggak baik. " kata Amel
Kemudian Amel membaringkan dirinya di ranjang, rasanya enak sekali setelah pungungnya menempel kasur karena seharian penuh acara.
Amel sedikit canggung dan tenggang karena Dia berpikir akan satu ranjang dengan Danis.