"Lupakan Reina!" perintah ibu Reina. "Saya ingin membahagiakan Reina." "Bagaimana kamu membahagiakannya? Lihatlah, anakku justru semakin tersakiti karena kamu." "Saya akan berusaha," jawab Dewa mantap. "Kamu yakin? Reina sudah bilang kan kekurangannya, apa kamu siap?" Ibu Reina meragukan kesungguhan Dewa. "Ibu, saya tidak mengerti. Jelas-jelas saya dengar sendiri dari dokter kalau saya dan Reina itu normal, tidak ada hambatan kami untuk memiliki keturunan," sambung Dewa. "Semua gara-gara kamu," tuding ibu Reina. "Kamu sadar nggak kalau Reina begini karena kamu." "Ibu sudah, apa yang terjadi dengan Reina, itu karena memang sudah jalan hidup Reina." Bapak menenangkan ibu. Tangis yang semula agak mengering kini kembali keluar. "Apa yang terjadi dengan Reina?" "Kamu pengen tau?" u

