CHAPTER 12

1001 Kata

"Mas, bisa minta tolong lagi?" "Apa?" "Tolong beliin pembalut___." Reina menjeda ucapannya, perutnya kembali melilit. Dia berusaha menahannya, "sama sekalian obat pereda haid, kalau ada yang jamu kemasan," lanjut Reina. "Dimana belinya? Aku nggak pernah beli gituan," tutur Dewa jujur. Dia memang belum pernah membeli jamu seperti yang diminta Reina. "Di minimarket depan. Mas lihat aja pembalut aku yang ada di kamar mandi. Belinya harus sama persis dengan itu." Reina berkata sambil memejamkan matanya. Tangannya sibuk memegang botol air hangat yang ditaruhnya di perut. "Yaudah, tunggu bentar." *** "Ini re jamunya." Dewa datang dengan membawa sekantong belanjaan. Reina langsung meraih jamu yang dimaksud Dewa. "Kok warna biru sih?" Baiklah, ada dua jenis jamu kemasan dengan merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN