Bab 14: Membuka Jendela (2)

1309 Kata

Kantor tabloid Wisata berada di lantai tujuh suatu gedung di daerah Casablanca. Dengan memakai setelan blazer abu-abu, rambut dikuncir satu, lipstik warna nude, aku masuk ke ruangan resepsionis.                “Selamat pagi, Mbak,” sapaku. Seorang cewek mungkin seumuran denganku mendongak mendengar sapaanku. Dia tersenyum.                “Iya, Mbak, ada yang bisa say bantu?” tanyanya sopan.                “Ini hari pertama saya kerja, Mbak,” jawabku. Ada sedikit rasa mulas di perutku, karena sedikit merasa teganga. Hari pertama kerja, normal kan? “O … Mbak Liana ya? Pak Imam sudah menunggu, Mbak. Mari masuk. Nama saya Retno, Mbak.” Aku menjabat tangannya dan tersenyum. Memasuki ruang staf di balik pintu seperti memasuki planet lain, benar-benar asing bagiku. Ruang staf disekat keci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN