Bab 13: Membuka Jendela (1)

970 Kata

Benny mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat rendah. Sebentar-sebentar dia melihat ke arahku, menyentuh wajah piasku, menggenggam tanganku. Tidak ada seorang pun dari kami berucap kata. Otakku kosong. Mataku hanya menatap ke arah depan, sayu.                 Kau jaga s’lalu hatimu, saat jauh dariku Tunggu aku kembali Kumencintaimu slalu, menyayangimu Sampai akhir menutup mata                 Ketika sampai di rumah, Mama memandang aku dan Benny bergantian tidak percaya ketika aku utarakan kami akan berpisah baik-baik. “Kalian sudah berpikir masak-masak? Kalian benar-benar tidak saling mencintai lagi??” Mama bertanya heran, terkejut dengan keputusan yang aku ambil, karena aku tidak pernah bercerita tentang masalah rumah tanggaku dengan Benny selama ini. “Saya mencintai Liana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN