Pagi jam delapan aku terbangun. Setelah mandi, aku turun ke lobi apartemen. Kemarin malam aku sempat melihat minimarket di sana, di salah satu sudutnya. Hanya sebuah rak memajang roti dan sebuah meja tempat meletakkan minuman dan mesin kasir kecil. Aku butuh sesuatu untuk mengganjal perut. Seorang gadis menjaga tempat itu. Aku mengambil lima botol besar air minum mineral dan tiga bungkus roti isi cokelat. Begitu tahu aku bukan penduduk lokal, dia menunjukkan jumlah uang Bath yang harus aku bayarkan memakai kalkulator. Harga air mineralnya lumayan mahal jika dikonversikan ke dalam rupiah. Aku nyaris batal membelinya tetapi aku teringat ucapan Bimo, kantor akan mengganti seluruh biaya hidup selama di sini. Oke, ambil semua. Aku tersenyum dan melunasi semuanya

