Cengkraman tangan Randi spontan terlepas. “Lo harus dengarin penjelasan gue dulu, Ran.” “Video itu udah cukup jadi penjelasan buat gue,” Randi mengalihkan muka ke arah lain, tepatnya ke arah gerbang sana. Melihat pada murid yang berangsur datang, terbesit satu ide di benaknya. Dia memegang lengan Alista, lantas mengangkatnya ke atas. Perasaan Alista berubah menjadi tidak enak. "Apaan, sih, lepas." "Guys! Berhenti sebentar!" Mereka yang berjalan ke kelasnya, seketika mengurungkan niat dan berbalik arah menuju Alista juga Randi. "Ada apa?" "Astaga, kalian berdua pacaran?" "Kalau benar, gila sih. Padahal gue lihat Alista sama Reynal baik-baik aja," "Lo rebut dia dari Kakak lo, Ran?" "Jelasin woy. Jangan diam." Alista menarik sekuat tenaga lengannya dari Randi sampai benar-benar

