Mobil putih itu berjalan perlahan. Vania yang ada di dalamnya terus memperhatikan ke arah luar jendela, berharap menemukan Alista begitu juga Yura yang sedari tadi sibuk menelepon ke teman-teman satu sekolah dengan Alista. "Dia belum juga ditemukan. Bagaimana ini?" tanya Vania gusar. "Coba Ibu perhatiin lebih jelas, deh. Alista pasti belum jauh dari sini," sahut Yura yang duduk di jok belakang. Ponsel yang digenggam Yura tiba-tiba berdering. Langsung saja dia menerima sambungannya. "Ra, gue lihat Alista. Dia kelihatan hancur banget. Gue khawatir dia nyakitin dirinya sendiri." "Lo lihat Alista di mana?" tanya Yura penasaran. Semoga saja jaraknya tidak jauh dari sini. "Di depan apartemen! Kayaknya dia mau nginap di sana." "Oke, thanks. Gue bakal ke sana." Yura mematikan telepon

