91

1323 Kata

“Jangan bilang hal ini ke siapa-siapa kalau lo dan Reynal masih ingin bersama.” Setelah puluhan menit, Marsel mematikan air shower yang sedari tadi mengguyur tubuh mereka berdua. Alista lagi-lagi terduduk. Sementara Marsel sudah terlebih dulu keluar dari kamar mandi itu tanpa peduli dengan Alista yang terlihat menyedihkan. Alista memeluk lututnya sendiri, dia menenggelamkan kepalanya di sana. Isak tangis itu terdengar walau pelan. Dia tidak mau terus dibelenggu dan dimanfaatkan seperti ini oleh Marsel dalam jangka waktu berkepanjangan. Alista benci. Jati dirinya hilang. Dia tidak mengenali dirinya sendiri sekarang. “Cepat mandi. Lo harus segera keluar dari sana,” suara Marsel terdengar dari ruang sebelah. Alista tidak memedulikan itu sampai derap langkah terdengar mendekat. Marsel mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN