Alista menggeliat dari tidur siangnya usai merasakan ada seseorang di sekitarnya. Kedua mata indah itu perlahan terbuka. Masih samar-samar, dia melihat seorang Laki-laki tengah berdiri di dekat jendela. Sampai pandangannya itu perlahan menjadi jelas. Seketika mata Alista terbuka lebar. Marsel. Laki-laki itu ternyata yang sedari tadi berdiri di sana. Bagaimana bisa? Alista harap dirinya salah lihat. Kontan Gadis itu mengucek kedua matanya, tapi yang dia lihat tetaplah sama. “Apa kabar, Beb? Gue cari lo di mana-mana ternyata ada di sini.” Senyuman Marsel yang terlihat mengerikan di mata Alista itu membuat Alista terduduk dari tidurnya. Wajahnya menjadi pucat pasi. “Pergi!” “Kenapa? Gue mau silaturahmi ke lo. Enggak boleh, nih?” Marsel melangkah mendekati Alista, namun Alista semakin

