"BAYU, BUKA PINTUNYA!" teriak sebuah suara sambil menggedor pintu tak sabar. Pagi-pagi buta, di saat seharusnya Bayu masih berada di bawah balutan selimut yang hangat sembari bermimpi indah, justru sekarang dia malah harus dipaksa bangun oleh suara berisik yang dibuat oleh manusia tak punya tatakrama di balik pintu sana. Ketukan demi ketukan kian mengeras saat Bayu berusaha untuk tidak menghiraukannya. "Bayu, aku tahu kau ada di dalam. Ayo buka pintunya!" seru suara itu lagi seakan mendesak si pemilik kamar guna segera bergerak membukakan pintu untuk dirinya. Merasa sudah sangat terusik akan suara bising yang menghampiri pendengarannya, akhirnya Bayu pun menarik diri dari posisi meringkuknya dan menyibak selimut hangat yang semula dipakainya hingga terlempar ke tepi ranjang. Dia mer

