Paris mengendarai motor matic di tengah langit yang kian menggelap tanpa bintang menghiasi. Setelah sempat dijamu makan malam oleh wanita paruh baya bernama Maria itu, akhirnya ia pun bisa beranjak menuju pulang. Betapa bahagianya pria itu, tak lama lagi ia akan menemui istrinya dan meluapkan kerinduan yang selama ini dipendam lamat-lamat. "Hanya sebentar lagi, Sayang. Aku sudah tidak sabar ingin memelukmu kembali. Tunggu aku, Sid. Kelak kita akan bersama lagi seperti sedia kala...." gumam Paris tersenyum. Akan tetapi, semesta seakan tidak mendukung harapan sang pria. Tiba-tiba saja, hujan turun tanpa diduga. Kontan, Paris pun langsung menepi ke tempat yang bisa ia gunakan untuk berteduh. "Sial! Kenapa hujan harus turun di saat yang tidak pas," gerutunya kesal. Separuh kemeja yang di

