Miranda yang masih berada di dalam mobilnya pun melebarkan mata saat melihat mobil Mira terparkir di halaman rumah besar anaknya. Segala macam pikiran sudah menari-nari di dalam otaknya, satu persatu dugaan mulai dilayangkan olehnya. Tapi, ia berusaha untuk tetap agar tidak mencirikan bahwa sebelumnya sudah lebih dulu bertemu dengan wanita muda itu dan mencari cara untuk dekat dengan anak-anaknya. “Kok, Mira ada disini ya? Bagaimana bisa? Apa mungkin, Johan yang membawanya kesini? Secara paksa?” “Ah sepertinya tidak, kalau memang membawa kesini, sudah pasti deh memberi kabar padaku untuk segera datang. Tapi ini kok gak?” “Huuh, dari pada penasaran, lebih baik aku cari tahu sendiri saja deh masuk ke dalam.” Miranda keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah. Menatap seke

