"Pak, tolong bukain pagarnya, dong!" Sakka mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, dan meminta tolong satpam rumah Lolla untuk membukakan pagar, agar mobil Sakka bisa masuk. "Maaf, Anda ada perlu sama siapa? Ini sudah malam." "Yang bilang ini masih siang tuh siapa, Pak? Saya juga tau, kali." Sakka menghela napas. "Saya mau ketemu Rendy." "Oh, Den Rendy. Temennya?" "Pacarnya! Ya temen, lah!" Sakka semakin kesal. "Baik, baik. Sebentar, saya bukakan pagar," ujar Pak Satpam sedikit terkekeh. Setelah pagar terbuka, Sakka buru-buru masuk dan parkir. Ia melirik Pak Satpam. "Saya bukan maling, sumpah. Biasa aja dong ngeliatinnya." "Maaf, Den. Saya orangnya emang terlalu curiga." Pak Satpam tertawa. "Silakan masuk, Den." "Iya. Makasih, deh." Sakka mengetuk pintu beberapa kali, namun pin

