Lolla diam-diam memerhatikan Sakka yang mengambil sebungkus rokok dari saku celana jeans-nya. Sakka mengeluarkan satu batang rokok, dan menyelipkannya di bibir dengan santai. Lolla tetap diam, dan tidak mau mengganggu Sakka. Ia merasa sedikit takut membuat Sakka kesal, walau ... Sakka sedikit lucu jika sedang kesal. Saat Sakka mau menyalakan rokok menggunakan korek apinya, perasaan Sakka merasa tidak enak. Sakka merasa diamati, hingga punggungnya terasa panas. Sakka akhirnya menghela napas, dan menoleh ke arah pintu. "Ngapain di situ? Lo mau ikutan ngerokok juga, Lol?" Lolla meringis, merasa ketahuan. "Nggak, gue cuma bete aja di dalem." "Kenapa? Titan gangguin lo?" Lolla menggeleng cepat. "Kenapa lo selalu berburuk sangka sama Titan? Dia selalu baik sama gue, Ka." "Kalo Rey, gimana

