Sebulan mengenal Lolla, ternyata tidak terlalu buruk bagi Sakka. Lolla tidak semenyebalkan yang ia kira. Dulu sejak kelas sepuluh, Sakka sering mendengar Lolla yang pintar, lah. Lolla yang orang kaya, Lolla yang imut, dan masih banyak lagi kabar yang tersebar. Dan saat kelas sepuluh, cukup banyak lelaki yang ingin menjadi pacar Lolla. Tapi, ada satu percakapan kedua lelaki, yang tidak sengaja Sakka dengar soal Lolla. Yah, Sakka baru ingat hari ini, setelah mulai dekat dengan Lolla. "Lo mau deketin Lolla? Yakin?" "Emang kenapa, Bro?" "Dia orang kaya, pasti sombong. Dia juga juara umum, mana mau sama cowok b**o kayak kita 'kan?" "Lo pesimis banget. Belom juga nyoba deketin Lolla." "Iya, gue denger-denger dari temen gue, kalau Lolla orangnya susah diajak ngobrol. Jutek, pendiem, dan som

