Lolla tidak mengerti maksud Sakka. Sakit? Apa yang sakit? Kenapa mencintai bisa membuat sakit? Di saat Lolla sedang berpikir keras, Titan tiba-tiba membuka pintu, dan langsung meminta Sakka, Lolla, serta Nada masuk ke dalam rumah Rey. "Mereka udah kita ikat. Rey juga terus melototi mereka, biar mereka diem," jelas Titan. "Good. Sekarang giliran gue." Sakka berjalan lebih cepat, lalu tertawa saat melihat Sabrina dan Yulia yang diikat di kursi. "Ngapain lo ketawa?!" Sabrina membentak Sakka, namun kemudian menunduk takut saat melihat Sakka melotot. "Suka-suka gue, lah. Mau gue ketawa, atau nangis, itu suka-suka gue." Sakka memandang kedua perempuan genit itu dengan tajam, kemudian berdiri di hadapan mereka. "So? Apa salah Lo

