Akhirnya, ujian tengah semester berlangsung. Lolla terlihat begitu lancar mengerjakan soal-soal. Sangat berbeda dengan Titan yang malah kebanyakan menggigiti pulpen. "Bab ini gue udah belajar. Tapi, kok lupa, ya?" Titan bergumam pelan, sambil menggigit pulpennya. "Awas aja kalo nilai lo jelek, Tan. Kalo nilai salah satu dari kelompok kita jelek, kita bakalan kalah," bisik Rey di belakang Titan. "Iya, Pak Ketua. Lo harusnya jangan cemasin gue." Titan memutar bola matanya. "Lo harusnya lebih cemas sama Sakka. Dia kan yang paling males belajar dan gampang banget molor." "Aduh. Iya juga, ya." Rey menggaruk kepalanya yang terasa panas. Ia terlalu banyak memikirkan anggota kelompok belajarnya. "

