32: Masa Lalu

1920 Kata

Rey sedang berada di ruangan putih. Ia terus berjalan, hingga menemukan sebuah pintu hitam. Ia membukanya, dan masuk.                 Apa yang Rey lihat?                 Rey melihat dirinya yang memakai kacamata, sedang dipukuli oleh banyak kakak kelas. Mata Rey melebar, dan berusaha menarik Rey yang culun itu agar tidak dipukuli. Tapi, tangannya tembus pandang. Ia tidak bisa menyentuh apapun.                 "Apa ini? Mimpi?" Rey bergumam, saat sadar kalau dia sedang bermimpi.                 Saat mata Rey kembali ke depan, layaknya film, suasana berubah menjadi kamar Rey yang gelap. Rey melihat dirinya yang dulu, sedang mengerjakan setumpuk PR murid yang lain. Rey yang culun, menahan kantuk hingga pagi, demi menyelesaikan PR murid-murid yang terus mengejek dirinya.                 "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN