Lolla mengajak Sakka, Titan, dan Rey untuk berkumpul jam enam pagi di sekolah. Ia yakin, jam segitu Nada masih tidur nyenyak. Itu adalah kesempatan bagus untuk membahas masalah Nada. Lolla duduk di kursinya, Sakka tepat berada di sebelahnya, sedangkan Rey dan Titan duduk di hadapannya dengan wajah yang terlihat serius. "Jadi, Nada lagi dalam kesulitan? Nyokapnya kelilit utang?" tanya Titan menggertakkan giginya. Ia kesal karena Lolla dan Sakka baru memberitahunya. Ia jadi merasa seperti orang bodoh. "Iya, Tan. Maaf, gue juga baru tahu kemarin. Sebenernya ada yang udah tahu duluan, tapi malah sok jadi pahlawan sendirian gitu, deeeh." Lolla melirik Sakka tajam, menyindirnya halus. Sakka yang disindir pun hanya menguap sambil

