44: Tidak Menyerah

870 Kata

Setelah berhari-hari--tiap beberapa jam sekali Sakka berlatih drum-- akhirnya hari ini Sakka merasa sangat ... frustrasi. Serius! Kenapa belajar drum itu tidak semudah memukul preman?!                 Sakka hampir saja berniat untuk menyerah, memaki Titan dan mengutuknya menjadi tutup botol karena sudah memberi ide yang sesat.                 Tapi, sebelum hal itu terjadi, Sakka teringat dengan Nada. Hah, memang sulit sekali menjadi cowok tampan yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi. Sakka tidak bisa mengelak, kalau ia mengkhawatirkan Nada.                 Bukan khawatir yang berlebihan seperti saat melihat Lolla digoda cowok lain, sih. Rasa khawatirnya berbeda, tolong taruh kembali batu yang kalian pegang untuk menimpuk Sakka. Tolong. Sakka masih waras. Ia tidak mungkin semudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN