Sakka mengetuk kamar tamu dengan hati-hati. "Lol? Udah bangun? Gue boleh masuk?" Tidak ada jawaban. Sakka membuka pintu sambil membawa sarapan dan s**u cokelat untuk Lolla. "Pagi, Putri molor. Gimana tidurnya?" Sakka tersenyum tipis saat melihat Lolla yang ternyata masih tertidur pulas. Wajahnya terlihat begitu damai. Sakka menaruh nampan di nakas, lalu duduk di tepi tempat tidur. Ia mendengus geli sambil merapikan rambut Lolla. "Cantiknya pacar gue," gumam Sakka pelan. "Gue beruntung. Tapi, kayaknya lo jadi s**l karena pacaran sama gue." Terdengar helaan napas berat dari Lolla, matanya perlahan terbuka. "Kata siapa gue s**l?" "Kata gue. Kata semua orang." Sakka tersenyum miris, masih meme

