Lolla turun dari motor Rey dengan kesal. "Makasih." "Dengan senang hati," balas Rey berusaha tersenyum. "Rey, lo harusnya cari cewek lain aja. Jangan ganggu gue yang udah punya pacar." Rey menaikkan kedua alisnya, cukup terkejut mendengar perkataan Lolla. "Gue nggak bisa nentuin hati gue akan jatuh ke siapa. Kalo lo nggak suka sama gue, ya udah. Gue nggak maksa." "Gitu?" Lolla masih menatap Rey kesal. "Jangan ganggu hubungan gue sama Sakka. Go away...." Lolla menghentakkan kakinya, dan meninggalkan Rey. Ia bahkan tidak mau menoleh ke arah Rey lagi. Rey merasa sedikit kecewa. Rasanya seperti benar-benar diusir. "Sakka, lo berhasil bikin Lolla jadi benci sama gue." Rey melaj

