Bangunan megah rumah sakit elit itu menjulang tinggi, menyambut kedatangan mobil hitam milik Firdaus yang melambat di area drop-off. Suasana lobi pagi itu cukup ramai, hiruk-pikuk pengunjung yang berlalu-lalang berpadu dengan aroma khas obat-obatan dan pembersih lantai yang menyengat hidung. Firdaus memarkirkan mobilnya sejenak di area valet sementara, lalu bergegas turun memutari mobil demi membukakan pintu untuk Aura. Perlakuan kecil yang kemarin ia abaikan karena sibuk dengan ponselnya, kini ia lakukan dengan gerakan yang begitu hati-hati, dan penuh kelembutan. Aura turun perlahan, menahan bobot tubuhnya yang semakin berat seiring usia kandungan yang memasuki minggu-minggu terakhir. Wajahnya masih datar, tanpa senyum, meski ia menyadari tangan Firdaus yang senantiasa melindunginya aga

