Keluarga besar Arka ternyata tidak se-menyeramkan seperti yang Aura pikirkan sebelumnya. Mereka sangat welcome walaupun dirinya adalah orang asing yang masuk ke lingkaran keluarga tersebut. "Mau pulang kapan?" tanya Arka yang baru saja duduk di samping Aura yang sedang mengobrol dengan Ghina dan saudara dari lelaki tersebut yang bernama Mbak Jihan. "Hmm? Aku ikut sama Mas aja. Kalau masih mau di sini dulu nggak papa. Tapi kalau mau pulang sekarang ya boleh," jawab Aura dengan menatap Arka. "Kalau pulang kemalaman dari sini. Kamu nanti dicariin Haqi sama Bunda, Ra. Soalnya perjalanannya kan lumayan jauh juga. Belom ditambah macetnya," ujar Arka dengan melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. "Mau pamitan nih, Mas? Nggak nginep di sini aja?" tanya Jihan dengan mena

