“Kita di pertemukan karena sebuah ketidaksengajaan. Kita di persatukan karena sebuah keadaan. Tetapi bisa memilikimu bukan sebuah kesalahan karena aku tahu takdir tidak akan pernah bercanda untuk sebuah kebahagiaan.” *** Angga akhirnya mengajak Riana untuk bertemu dengan Anya. Angga tidak ingin terus menerus menunda untuk menjelaskan kepada Anya. Meski umur anak itu masih sangat kecil tetapi Angga yakin jika di jelaskan dengan perlahan maka Anya akan mengerti. Mereka sedang menunggu kedatangan Anya dan Kanaya di kafe milik Angga. Sudah lima belas menit berlalu dari waktu janjian mereka, Anya dan Kanaya belum juga sampai di Kafe. Riana tampak gusar, ini memang bukan pertama kalinya dia bertemu dengan Anya tetapi tentu saja keadaannya berbeda. Kali ini Riana berada di posisi seorang is

