“Aku mau bicara sama kamu.” Angga dan Riana baru saja selesai makan malam. Keheningan sejak tadi menyelimuti mereka berdua. Sibuk dengan pikiran masing-masing, sibuk dengan perasaan masing-masing, begitulah mereka saat menikmati makan malam. Angga menoleh, menatap kedua mata sang istri dengan begitu lekat. Bahkan mereka baru saja menyelesaikan makan malam dan Angga sudah melihat tatapan penuh keseriusan di mata istrinya. Angga tahu Riana akan membahas tentang perkataan Kanaya. Dan bagaimana pun Angga tidak akan pernah melepaskan Riana dari hidupnya. Sampai kapan pun, Riana akan tetap menjadi istrinya. Pun menjadi ibu dari anak-anak mereka kelak. “Nanti kita bicara, aku tungguin kamu di kamar.” Angga beranjak. Tidak mendengar jawaban dari sang istri, dia lebih memilih untuk segera

