Siasat Pak Ridwan

1964 Kata

"Syah," gumam Irwan yang melihat Aisyah berjalan menuju ke arahnya. Bukan mendatanginya, melainkan melewati kamarnya dan Dina karena Aisyah ingin turun ke lantai bawah. Irwan sendiri ingin ke bawah juga karena merasa haus. Aisyah bergeming tetap melewati Irwan yang berada di depan kamarnya tanpa menoleh sedikitpun. "Kita harus bicara!" bisik Irwan sepelan mungkin takut kedengaran istrinya yang berada di kamar. Tangan Aisyah dicengkeramnya kuat tepat saat Aisyah berada di depannya. "Lepas, atau aku teriak!" ancam Aisyah dengan melotot tajam ke Irwan. Ia mencoba berontak. Tidak ingin ancaman Aisyah jadi kenyataan, dengan terpaksa Irwan mengurai cengkeramannya. Terlepas. Aisyah gegas beranjak pergi dengan wajah merah padam meninggalkan Irwan yang menatapnya sendu. 'Syah, aku masih menci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN