Masih Berupa Dugaan dan Risaunya Hati Irwan

2102 Kata

"Sidik? Kamu …?" Pak Ridwan kaget mendapati Sidik datang ke toko perhiasan mereka. "Ayah kan sudah bilang tidak jadi, kenapa datang? Ayah sudah ingat seperti apa gelang Om Bintang, jadi pulanglah!" Pak Ridwan melangkah masuk ke ruangannya menjauhi Sidik. Bukannya menurut, Sidik mengekor langkah ayahnya masuk ke ruang kerja. Ia curiga tiba-tiba ayahnya membatalkan meminta foto gelang Aisyah. Sikapnya sekarang juga dirasa aneh oleh Sidik. Daripada penasaran, Sidik berinisiatif mendatangi toko ayahnya guna mencari tahu. "Ada yang Ayah sembunyikan dari Sidik, ini tentang Aisyah kan?" cerca Sidik sembari menghempaskan tubuhnya di kursi depan meja kerja tanpa permisi. Pak Ridwan menarik napas panjang dan mengembuskannya. "Tidak ada yang Ayah sembunyikan, kenapa menuduh begitu? Justru Ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN