"Syah!" "Aisyah!" "Hm." Aisyah hanya menjawab dengan dehaman. Ia hanya menoleh sekilas, lalu kembali menatap ke jendela kaca, memperhatikan lalu lalang kendaraan. "Syah, kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganjal? Kamu sering sekali melamun." Aisyah tersandar di kursi cafe. Matanya menerawang kosong masih ke jalanan raya. "Nggak apa. Aku hanya berpikir apakah pernikahan kita ini serius atau cuma sementara?" Sidik menatap Aisyah intens. Diraihnya jemari Aisyah yang berada di atas meja. "Kamu meragukanku? Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini main-main. Sejak awal aku setuju menikahimu itu karena aku serius, Syah." Sidik mencoba meyakinkan istrinya. Awan kelabu menghiasi bola mata Aisyah. Sidik dapat merasakan itu sejak Aisyah bertemu dengan Om Bintang. 'Apa Aisyah kenal sama

