Seperti Drama Sinetron

1542 Kata

"Pagi Yah, Mama." Sambil menguap, Dina datang menghampiri orang tuanya di meja makan bersama Irwan, dipagi hari. Sebenarnya ia masih mengantuk. Namun Irwan memaksanya bangun pagi untuk menunjukkan etika yang baik di hadapan orang tuanya. Irwan takut mereka dibilang pemalas, karena saat ini mereka dianggap ayah mertuanya numpang. Irwan pun tak lupa ikut menyapa kedua mertuanya tersebut, sama seperti Dina. "Pagi, jawab Mama Yuli dengan seulas senyum. Sedang Pak Ridwan–suaminya yang sudah lebih dulu duduk, hanya menganggukkan kepala. Pak Ridwan memperhatikan penampilan Irwan. "Mau ngelamar kerja lagi Wan?" tanyanya di sela makan. "Iya, Yah. Kemarin sudah memasukkan berkas ke beberapa kantor, tinggal menunggu panggilan, semoga ada yang diterima. Ini mau coba lagi ngelamar di tempat lain.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN