"Syah, lembutkan hatimu. Ibu tidak pernah mengajarimu untuk membenci seseorang. Terutama orang tua kandungmu. Terkait perbuatan salah mereka yang berdampak padamu, mungkin memang sudah menjadi suratan takdirmu, Syah. Pasti ada hikmah dibalik semua yang kau alami." Nasihat bijak Bu Maya tidak serta Merta membuat hati Aisyah dingin. Masih ada nyala api dalam hatinya yang berkobar besar menutupi sisi baiknya. Ia benci orang tua yang telah membuangnya. Ia tahu, dengan meninggalkannya di panti asuhan, artinya mereka tidak pernah mengharapkan kehadirannya ada di dunia ini. Aisyah juga menduga pasti kalau dia adalah hasil anak diluar nikah. "Syah." Lembut Bu Maya memanggil kembali nama Aisyah untuk mencari tahu tanggapan anak asuhnya tersebut. Sedari tadi Aisyah diam saja. Ia yakin wajah tegang

