"Lihat Sayang, ini selimut." Dina takjub melihat selimut berlogo huruf H yang merupakan hadiah dari Om Bintang dan istrinya. Setelah kepulangan mereka, dengan tidak sabar Dina segera membuka kadonya. Irwan hanya melirik sekilas, tidak tertarik sama sekali karena baginya itu hanya selimut biasa. Tidak ada wah-nya. Paling pikirnya cuma beda di bahannya saja yang mungkin agak lebih lembut dari selimut lainnya. "Hm … adem. Coba rasakan Wan, lembut banget. Tunggu! Tolong fotoin Yang, make hapeku." Dina semangat mengulurkan ponselnya ke Irwan yang sedang rebahan. Dengan malas Irwan mengambilnya dan bangun dengan posisi duduk. "Norak Din, kamu kayak nggak pernah punya barang mahal aja," gerutu Irwan setelah memotret beberapa buah foto. Aneh menurut Irwan jika seorang Dina yang juga berasal dar

