"siapa calon iparku?"Sambil tersenyum jahil Dina melirik ke arah map yang tergeletak di atas meja, tepat di depan Sidik. Dina tertarik ingin mengambilnya. "Ini berkas–" tangkapan tangan Dina kurang cepat dari Sidik. Berkas yang ingin diraihnya sudah berpindah tangan ke Sidik. "Rahasia, yang pasti lebih cantik dari Kak Dina," ledek Sidik menyembunyikan berkas map-nya ke belakang badan. "Masa? Bohong! Kenapa tuh berkas disembunyikan? Lah, tunjukin dong fotonya juga, biar nggak hoax, biar bisa kita bandingkan, cantikan mana diantara kami," tantang wanita yang mengenakan dres diatas lutut tanpa lengan. Perut hamilnya masih belum tampak. Sidik memperhatikan penampilan Dina, lalu berujar, "ganti gih tuh baju. Terlalu pendek. Nggak enak dilihat kalau ada tamu yang datang." Ia memberi saran d

