"sial! Dimatikan." Irwan mengumpat pelan di kamar mandi. Air kran di dalam bak mandi memang sengaja dinyalakan untuk menyamarkan suaranya saat menelpon Aisyah. Namun interaksi itu tidak terjadi karena Aisyah sama sekali tidak mau mengangkat telepon darinya. Ingin sekali Irwan berteriak, memaki, menumpahkan kekesalan hatinya, tapi ia sadar bakal jadi bumerang untuk dirinya sendiri yang sedang berada di tempat yang kurang tepat dimana ada Dina di dalam kamar ini. "Lama sekali mandinya, aku nungguin." Dina mengerling genit ke arah Irwan yang baru keluar dari kamar mandi. Ia suka mengamati tubuh suaminya yang hanya terlilit handuk di pinggang. Seksi dan menggoda, begitu pikir Dina. Sejak hamil, entah kenapa libidonya untuk berhubungan badan lebih tinggi. Ia tidak malu selalu minta terlebih

