"Maaf, kalau aku lancang mengungkapkannya seperti ini. Kita memang baru kenal, baru bertemu sebentar, tapi rasaku padamu tulus. Mungkin aku terlambat menyadari perasaanku padamu, Syah." Dengan sangat hati-hati Rafli menyatakan perasaannya pada Aisyah. Degup jantungnya berdetak lebih kencang. Ada rasa takut kalau Aisyah bakal marah dan menjauhinya. Namun Rafli pasrah. Mungkin ini jalan satu-satunya agar Aisyah berpikir ulang untuk menikah dengan lelaki asing tersebut, dan bisa memilih siapa yang terbaik untuk menjadi pendamping hidupku kelak. Aisyah masih shock. Ia tidak menyangka kalau Rafli yang sudah ia anggap seperti abangnya sendiri ternyata memendam perasaan padanya. 'Ini murni cinta, atau sekedar terbawa perasaan saja?' pikir Aisyah. Ia sulit menerima kalau pertemuan singkatnya pa

