Dina berjalan menuju ke kamar dengan kaki yang dihentakkan keras di setiap langkahnya. Ia sengaja melakukan hal tersebut sebagai bentuk kekesalannya. Ia teramat kesal. Bagaimana mungkin ia bisa kecolongan tentang Aisyah? Bagaimana mungkin ia bisa lengah dan terbuai begitu saja setelah gagal mencelakai Aisyah? Ia bahkan yakin malam ini tidak akan bisa tidur nyenyak setelah tahu kalau calon adik iparnya adalah musuhnya sendiri? Baginya sesuatu yang mengancam miliknya adalah musuh. Berbagai pertanyaan muncul juga menambah keruwetan pikirannya. Bagaimana bisa Sidik akan menikahi wanita tersebut? Sejak kapan wanita tersebut mendekati adiknya? Bukankah Irwan belum memutuskan wanita itu saat menikahi dirinya? Lalu kapan mereka dekat? Apakah wanita itu telah menjebak Sidik sama seperti yang ia l

